KEHIDUPAN ARSYA CHAPTER 1
PART 1
“Namaku Arsya, tinggal di Leste, mobilku banyak, semuanya
Ferari, orang mema..” belum sempat arsya menyelesaikan lagunya kawannya
menghardiknya “ oi arsya, diamlah” Arsya langsung diam seketika. Aku melihatnya
dengan wajah penasaran, ada sesuatu yang aneh dengannya, walaupun semua orang
menganggapnya aneh.
***
“oi sofya, makan bareng yuk!” kata Lina, kawanku “oke”
kamipun makan bersama. Ketika makan tiba-tiba “eh lihat, arsya udah masuk!”
katanya sambil melihat arsya “ emang kenapa, kamu suka sama dia? Cie…” ledekku
“enggak ah, anak aneh gitu siapa yang mau. Tiap hari kerjanya merenung aja,
kayak orang bodoh” “ih, gak boleh loh bilang kayak gitu” kataku “ emang betul
kok, dia cuman pandai matematikapun” jawabnhya “udah ah!” kataku, sehingga kami
makan dalam keheningan.
***
Saat dalam perjalanan kekelas, tiba-tiba kulihat arsya di
kerumuni para cowo “ oi arsya menganggu aja kau, dasar pe’a” “betul itu!” “enak
aja, aku keren gini” jawab arsya “ belagu kau dasar bodoh” hardik kawannya “
enak aja! Kalaupun aku bodoh, aku akan jadi orang bodoh paling pintar di dunia
ini” kata arsya “aku akan ubah dunia sehingga gak ada orang kayak kalian”
katanya lagi “ sok iyes kau pe’a” katanya salah satu laki-laki itu sambil
mengayunkan tangannya ke arsya “ udahlah woi biarkan aja dia” kataku secara tak
sadar, para cowopun pergi meninggalkan arsya, arsyapun masuk kekelas karena bel
sudah berbunyi.
***
Arsya itu, bagiku cowo jelek yang ga peduli sama orang lain,
dengan hidung ga modal dengan mata sipit, jalannya selonong, berisik pula. Tapi
kalau sendiri, dia selalu merenung sambil menulis hitungan angka di buku tulis
halaman belakang, mungkin itu yang membuatnya pintar matematika. Tapi, kalau
kulihat baik-baik ada sesuatu yang aneh dengannya, sesuatu yang sangat aneh...
***
hari ini aku kembali kesekolah, aku datang paling awal diantara semuanya karena ada piket hari ini namun tak kusangka arsya malah datang lebih awal dariku padahal dia tidak piket hari ini, anehnya dia tidak memandangku saat aku datang, dia malah sibuk melakukan sesuatu pada kacamatanya. ah... sudahlah siapa yang peduli apa yang dilakukannya. 30 menit kemudian semua sudah berkumpul untuk apel pagi dan ketika guru sudah datang untuk apel pagi, tiba-tiba...
ada seorang mayat, mayat seperti hitam terbakar, kami langsung disuruh mudur dan para guru langsung mendekati mayat itu "tidak ada lagi detak jantungnya" kata seorang guru yang bernama dodi, guru yang agak sensitif dan nampak sombong, apalagi terhadap arsya. semua siswa smp menangis, kecuali beberapa orang, termasuk arsya, aneh kenapa dia tak menangis? padahal dia adalah anak yang paling cengeng disini. belum sempat aku berpikir panjang, mayat berjalan tiba-tiba dari pagar sekolah, kami semua langsung berlari kedalam kelas sedangkan para guru langsung bersiaga untuk menghalau para mayat itu.
sesampainya kami dikelas, kami langsung mengecek siswa dalam kelas, 1.. 2.. 3.. semuanya didalam tapi tunggu, dimana arsya? kami langsung melihat keluar, tampak arsya berjalan keluar sambil berkata "woy ayo tengok arsya ganteng nih acara gratis" teriaknya keras. bodoh, kenapa pula dia mau sebodoh itu untuk pergi keluar, lemah pula tuh? belum sempat terpikir jawabannya arsya tiba-tiba berlari secepat kilat dan dalam sekejap, para mayat itu rubuh, bahkan ada yang menghilang secara tiba-tiba. "woy, nampak aku beraksi tadi tuh?" kata arsya tiba-tiba dalam kelas, kulihat pintu sudah terbuka saja dan langsung kututup karena takut adanya serangan mayat hidup tadi. aku langsung menemui arsya "apa yang kaubikin tadi tuh? betulkah kau yang bikin semua tuh?" tanyaku "yaiyalah, semua karena kegantenganku ini eaa..." kata arsya dengan entengnya, aku langsung berpikir, kalau arsya yang bikin semua itu, kenapa dia bisa nampak cemen selama ini? apa betul dia yang disana itu? kalaupun bukan arsya, bagaimana bisa arsya berpindah dari luar kedalam kelas dalam waktu singkat? arsya benar-benar membingungkan bagiku sekarang...
berlanjut ke part 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar